Senin, 06 April 2015

Profil Franco Baresi

Franco Baresi

Franco Baresi (pengucapan bahasa Italia: [ˈfraŋko baˈresi]; lahir di Travagliato, Italia, 8 Mei 1960; umur 54 tahun) adalah seorang pelatih tim junior dan mantan pemain sepak bola asal Italia. Ia bermain sebagai sweeper dan menghabiskan seluruh karier bermainnya bersama klub Serie A, A.C. Milan. Ia dianggap sebagai salah satu pemain belakang terbesar sepanjang masa. Ia memenangkan Liga Champions sebanyak 3 kali, serta 6 gelar Serie A, 4 gelar Supercoppa Italiana, 3 gelar Piala Super Eropa dan 2 gelar Piala Interkontinental.
Bersama Italia, ia memenangkan Piala Dunia FIFA 1982. Ia bermain di Piala Dunia FIFA 1990 di mana ia masuk ke dalam Tim All-Star Piala Dunia FIFA. Pada Piala Dunia FIFA 1994 ia adalah bagian dari tim yang mencapai final.
Baresi dijuluki "Piscinin", yang berarti "Si kecil". Pada tahun 1999, ia terpilih sebagai Pemain terbaik Milan Abad Ini. A.C. Milan mempensiunkan nomor punggung 6 yang selama ini dipakai Baresi. Ia diangkat oleh Pelé sebagai salah satu dari 125 Pesepak bola Terbesar Sepanjang Masa pada Upacara Penghargaan FIFA pada tahun 2004.[2] Ia juga adik dari legenda Inter Milan Giuseppe Baresi.

Karier klub

Baresi menghabiskan seluruh karier bermainnya selama dua puluh tahun bersama A.C. Milan, melakukan debutnya pada 1977. Menjadi kapten untuk sebagian besar waktunya di klub, ia berada di jantung pertahanan yang tangguh bersama Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti. Ketika penyerang trio Belanda, Marco van Basten, Ruud Gullit dan Frank Rijkaard tiba di klub pada akhir 1980-an, Milan memulai periode dominasi domestik dan internasional. Milan memenangkan Serie A pada 1987–88, diikuti dengan gelar Piala Champions Eropa pada tahun 1988–89 dan 1989–90. Baresi menjadi runner-up di bawah Van Basten untuk penghargaan Ballon d'Or tahun 1989, dan menjadi Pemain Terbaik Serie A 1989–90. Baresi memenangkan empat gelar Serie A lainnya bersama Milan, yakni pada 1991–92, 1992–93, 1993–94 dan 1995–96, dan Liga Champions UEFA ketiga pada 1993–94 di mana mereka mengalahkan FC Barcelona 4–0 di final yang ketika itu dilatih Johan Cruijff.

Karier internasional

Pada usia 22, Baresi masuk dalam skuat Italia untuk Piala Dunia FIFA 1982.[3] Tim Azzurri memenangkan Piala Dunia ketiga mereka, mengalahkan Jerman Barat di final, tapi Baresi tidak dipilih untuk memainkan pertandingan sepanjang turnamen.[4] Ia membuat penampilan internasional pertamanya pada pertandingan kualifikasi Kejuaraan Sepak Bola Eropa UEFA 1984 melawan Rumania di Firenze.[3]
Baresi tidak termasuk dalam skuat Italia untuk Piala Dunia 1986 oleh pelatih Enzo Bearzot[3] namun kembali ke tim untuk bermain di Kejuaraan Eropa 1988, di mana Italia mencapai semifinal di bawah pelatih Azeglio Vicini. Dia membuat penampilan pertamanya di putaran final Piala Dunia di turnamen tahun 1990 yang diselenggarakan di kandang sendiri, bermain di setiap pertandingan membawa Italia finis di tempat ketiga.[4]
Setelah menggantikan Giuseppe Bergomi sebagai kapten untuk Piala Dunia 1994 di bawah mantan manajernya di Milan Arrigo Sacchi, Baresi mengalami cedera dalam pertandingan grup kedua Italia dan melewatkan sebagian besar turnamen.[4] Dia kembali untuk pertandingan final namun gagal mengeksekusi tendangan penalti pada babak adu penalti. Italia kalah dari Brasil dalam adu penalti setelah sebelumnya pertandingan berakhir 0–0.[3]

Karier kepelatihan

Pada 1 Juni 2002 Baresi secara resmi ditunjuk sebagai Direktur Sepak Bola di Fulham, tapi ketegangan antara Baresi dan manajer Fulham selanjutnya Jean Tigana menyebabkan pengunduran dirinya dari klub pada bulan Agustus.[5]
Dia ditunjuk sebagai pelatih kepala skuat Primavera U-20 Milan. Pada tahun 2006, ia dipindahkan oleh klub untuk melatih skuat Berretti U-19, dengan mantan rekannya Filippo Galli menggantikan dia di kemudi dari skuat Primavera. Dia pensiun dari pelatih dan digantikan oleh Roberto Bertuzzo.

Prestasi

Milan

Tim nasional

Individual

 

Minggu, 05 April 2015

Profil Serginho

Sergio Claudio dos Santos

Serginho, bernama lengkap Sergio Claudio dos Santos (lahir di Rio de Janeiro, 27 Juni 1971; umur 43 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil. Posisi yang umumnya ia tempati adalah gelandang sayap atau bek di sebelah kiri lapangan. Ia memperkuat AC Milan di Serie A Italia sejak tahun 1999, dan telah bermain di final Liga Champions 2003 dan 2005.
Serginho pernah memperkuat tim nasional sepak bola Brasil dari tahun 1998 hingga 2001, mencetak 1 gol dalam 10 kali penampilan.

Perjalanan karier

 

Profil Nelson Dida

Nélson de Jesus Silva

Nelson de Jesus Silva (biasa dipanggil Dida; lahir di Bahia, 7 Oktober 1973; umur 41 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil. Ia berposisi sebagai penjaga gawang. dan sejak tahun 2000 memperkuat klub AC Milan di Serie A Italia.
Ia dipanggil masuk tim nasional sepak bola Brasil untuk pertama kalinya pada tahun 1995. Hingga pensiun dari tim nasional pada tahun 2006, Dida sudah 92 kali memperkuat Selecao (panggilan tim Brasil) dan bermain di Piala Dunia 2006 dan Olimpiade Atlanta 1996. Dida memiliki refleks dan kemampuan yang bagus sebagai seorang penjaga gawang, yang mengakibatkan ia pilihan utama Milan beberapa musim terakhir ini; namun, Dida juga memiliki kelemahan fatal yang sering ia lakukan saat pertandingan, yaitu blunder saat memegang/menangkap bola.

Setelah Milan

Dida menyatakan pada Desember 2011 keinginannya untuk bermain setidaknya dua tahun lagi, dan bahwa beberapa klub menunjukkan minat untuk menawarinya kontrak. Dida bermain untuk AC Milan Glorie (pilihan legenda AC Milan) dalam pertandingan untuk bencana bantuan terhadap Indonesia. Dalam pertandingan ini Dida ditempatkan sebagai striker dan bahkan mencetak gol dengan sebuah sundulan. Milan menang 5-1 dengan Serginho mendapatkan 4 gol lainnya. Pada bulan Mei 2012, ia bergabung dengan Milan's Beach Soccer untuk turnamen yang akan dimainkan pada bulan yang sama.

Portuguesa

Pada tanggal 24 Mei 2012, Dida menandatangani kontrak dengan Portuguesa yang membuat dia di klub Brasil hingga akhir musim, mengakhiri absen hampir dua tahun jauh dari sepakbola setelah keberangkatan Juni 2010 nya dari Milan.

Grêmio

Pada tanggal 19 Desember 2012, Dida bergabung Grêmio pada biaya yang tidak diungkapkan dan durasi kontrak.

Perjalanan karier

 

Sabtu, 04 April 2015

Profil Marcos Cafu

Cafu

Marcos Evangelista de Moraes atau akrab disapa sebagai Cafu (lahir pada tanggal 7 Juni 1970 di São Paulo, Brasil) adalah seorang mantan pemain sepak bola Brasil. Cafu terakhir kali bermain untuk A.C. Milan.
Pada Piala Dunia FIFA 2006, Cafu yang merupakan kapten tim nasional Brasil menambahkan catatan rekor dalam kariernya di level internasional menjadi pemain tim Samba (julukan Brasil) yang paling sering menang di pertandingan Piala Dunia. Sehabis pertandingan melawan Australia di Munich, Minggu 18 Juni 2006, Cafu resmi menyamai rekor yang dipegang Carlos Dunga dan Claudio Taffarel sebagai pemain yang paling sering membela Brasil di Piala Dunia, yakni sebanyak 18 pertandingan. Cafu telah merasakan 14 kemenangan, lebih banyak daripada Dunga, Taffarel, dan pemain Brasil manapun. Sampai saat piala dunia 2006, Cafu juga masih memegang rekor pemain Brasil dengan cap terbanyak, yakni 148 pertandingan. Dari ratusan partai itu ia hanya merasakan kekalahan sebanyak 19 kali. Rekor ini terus bertambah ketika Brasil menang atas Ghana pada babak 16 besar.

 

Jumlah Trofi AC. Milan

PRESTASI A.C. MILAN


JUARA LIGA SERIE A
Milan telah 18 kali menjadi kampiun liga italia serie A, terbanyak kedua setelah Juventus F.C. Berikut adalah tahun dimana A.C. Milan Juara Serie A :
  • 1901, 1906, 1907, 1951, 1955, 1957, 1959, 1962, 1968, 1979, 1988, 1992, 1993, 1994, 1996, 1999, 2004, 2011.




JUARA PIALA ITALIA
Liga yang memiliki sistem knock-out di italia, bertajuk COPA ITALIANA, telah di menangi oleh milan sebanyak 5 kali, yaitu pada tahun 1967, 1972, 1973, 1977, dan 2003.

LIGA CHAMPIONS EROPA
Liga Champions adalah Liga bergengsi di eropa yang mempertemukan tim-tim papan atas dari setiap liga lokal. A.C. Milan adalah tim dengan gelar kedua terbanyak di bawah Real Madrid(9), dengan torehan 7 gelar. Gelar Liga Champions di raih A.C. Milan pada tahun 1963, 1969, 1989, 1990, 1994, 2003, 2007.


WINNER'S CUP
Piala Winner adalah sebuah turnamen di sepak bola di Eropa yang peserta turnamennya berasal dari tim-tim yang menjadi juara kompetisi piala negara masing-masing, tapi saat ini turnamen ini sudah ditiadakan oleh UEFA sebagai badan tertinggi persepakbolaan di Eropa. A.C Milan sempat memenanginya 2 kali, pada tahun 1968, dan 1973.

EUROPEAN SUPER CUP
European Super Cup adalah ajang yang mempertemuka juara liga champions dengan juara UEFA cup, dimana hanya diadakan sekali setahun. Milan telah 5 kali menyabet gelar ini pada tahun 1989, 1990, 1994, 2003, 2007.

INTERCONTINENTAL/FIFA CLUB WORLD CUP
Kompetisi ini mempertemukan setiap juara liga benua, A.C. Milan telah mewakili sebanyak 7 kali dan memenangkannya sebanyak 4 kali, yaitu pada Tahun 1969, 1989, 1990 (Intercontinental), dan tahun 2007 yang bertajuk FIFA CLUB WORLD CUP.


Pada Tahun 2007, Milan memenangkan FCWC mengalahkan Boca Junior wakil Libertadores americana dengan skor 4-2. Semenjak itu A.C. Milan menjadi tim terbanyak meraih piala internasional (terhitung Liga champion, UEFA cup, Winner's Cup, Super Eropa, Intercontinental) sebanyak 18 gelar.


Rabu, 01 April 2015

Profil Kakhaber Kaladze

Kakhaber Kaladze

Kakhaber "Kakha" Kaladze (bahasa Georgia: კახაბერ (კახა) კალაძე; lahir 27 Februari 1978; umur 37 tahun) adalah politikus dan mantan pemain sepak bola Georgia. Ia bermain untuk tim nasional Georgia dari tahun 1996 hingga 2011. Dia terpilih sebagai pemain terbaik Georgia pada tahun 2001 hingga 2003, 2006 dan 2011[2] dan dianggap sebagai salah satu pemain Georgia yang paling penting.[3][4]
Kaladze memulai karier sepak bolanya pada tahun 1993 di klub Liga Umaglesi, Dinamo Tbilisi dan membuat 82 penampilan selama lima tahun. Pada tahun 1998, ia pindah ke klub Ukraina, Dynamo Kyiv dan membuat 71 penampilan sampai tahun 2001, ia kemudian direkrut oleh klub Serie A Italia, AC Milan. Sampai saat ini dia telah memenangkan satu gelar Serie A, tiga gelar Liga Utama Ukraina dan lima gelar Liga Umaglesi. Dengan Milan ia memenangkan Liga Champions Eropa dua kali, Piala Super UEFA sekali dan Piala Dunia Antarklub sekali. Setelah menjadi kapten bagi negaranya 50 kali dalam 84 penampilan, Kaladze mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional Georgia pada tanggal 11 Desember 2011.[5][6]
Lahir di Samtredia, sebuah kota di Provinsi Imereti, Kaladze berasal dari keluarga sepak bola seperti ayahnya yang bermain untuk Lokomotiv Samtredia dan juga presiden tim untuk beberapa waktu. Di luar sepak bola ia memiliki sebuah perusahaan bernama Kala Capital dan sebuah organisasi bernama Kala Foundation serta menjadi duta SOS Anak Desa. Dia telah menikah dan memiliki satu anak.
Kaladze terlibat dalam politik Georgia sebagai anggota oposisi dari partai Impian Georgia–Demokratik Georgia, sebuah partai yang didirikan oleh Bidzina Ivanishvili pada Februari 2012. Dia terpilih menjadi anggota Parlemen Georgia pada 1 Oktober 2012, dan disetujui sebagai Menteri Energi dalam kabinet Bidzina Ivanishvili pada tanggal 25 Oktober 2012

 

2 Nomor Keramat Klub Milan

Ada dua Legenda Hidup AC MILAN yang kini nomer punggung nya di keramatkan (ga ada yang boleh pake lagi) karena pemain itu sangat berjasa pada klub dan kesetiaannya dengan tidak pindah ke klub manapun. Dari awal dia berkarir hingga pensiun . Sehingga klub mengkramatkan nomer punggungnya sebagai tanda terimakasih. Siapakah mereka itu?
1. FRANCO BARESI
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjoZIWo0COhW6R7c-VwpqQnuiaxy_Z4yjvFzwPpjW1c2pNGafmSCaSVvmRCM6n0VkI9sujUJubUJKf9IHFiogVDdEjxm0dw1FR5T6aA6oZ454Gc5W3tGTamenb_lmrMi3KmE8pHKj3BD4/s1600/6ed846ef97Baresi.jpg.jpg
Franco Baresi (lahir di Travagliato, Brescia, 8 Mei 1960; umur 50 tahun) adalah seorang pemain sepak bola asal Italia. Posisinya adalah pemain belakang (stoper). Ia menghabiskan sepanjang kariernya di AC Milan, dari tahun 1977 hingga 1997, dan merupakan salah seorang legenda Milan. Nomor punggungnya, 6, kini dipensiunkan oleh Milan, sehingga tak akan ada lagi pemain AC Milan yang mengenakan nomor tersebut.
Baresi 81 kali memperkuat tim nasional sepak bola Italia, dari tahun 1982 hingga 1994. Ia tampil dalam dua Piala Dunia FIFA, 1990 dan 1994. Dalam final tahun 1994 melawan Brasil, ia adalah salah seorang pemain yang penaltinya gagal sehingga turut menyebabkan kekalahan Italia di pertandingan tersebut.
2. PAOLO MALDINI
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj-DuOFneCc3j0ypi9ALj0NKhELvj9oeyauv0vptOU5QUaumAdIKO7lshfWWEE_pKUPxglVlSBW6y5KMWNRvoS-MtHDOFGmISBzeVIFtRYy1LEX69OmuWv0k4amyU01sSYr9jujze7GMYk/s1600/07_-_Maldini.jpg

Paolo Maldini (lahir di Milan, Italia, 26 Juni 1968; umur 42 tahun) adalah seorang pesepak bola Italia. Sepanjang kariernya dia hanya bermain di klub AC Milan, di mana dia paling sering diposisikan sebagai bek kiri dan bek tengah. Ia bertinggi tubuh 188 cm. Maldini adalah salah satu legenda sepak bola Italia yang sangat disegani. Di Milan, ia sering dipasangkan dengan Alessandro Nesta jika bermain sebagai bek tengah.
Di pentas Seri A, Paolo Maldini berhasil menyamai rekor penampilan Dino Zoff di Seri A sebanyak 570 kali pada 18 September 2005 dalam pertandingan melawan Sampdoria. Pertandingan tersebut juga merupakan yang ke-800 dalam kariernya bersama AC Milan. Kontrak Maldini awalnya akan berakhir pada akhir musim 2007-08 namun kemudian diperpanjang hingga musim 2008-09. Untuk dedikasi terhadap klubnya, AC Milan, seragam bernomor 3 akan turut dipensiunkan sampai putranya, Christian, masuk ke skuad utama AC Milan