Sabtu, 28 Maret 2015

Profil Paolo Maldini

Paolo Maldini

 

Paolo Maldini (lahir di Milan, Italia, 26 Juni 1968; umur 46 tahun) adalah seorang pesepak bola Italia. Sepanjang kariernya dia hanya bermain di klub AC Milan, di mana dia paling sering diposisikan sebagai bek kiri dan bek tengah. Ia bertinggi tubuh 188 cm. Maldini adalah salah satu legenda sepak bola Italia yang sangat disegani. Meskipun sekarang umurnya sudah hampir mencapai kepala empat, tapi dia tetap konsisten dengan permainannya. Di Milan, saat ini ia sering dipasangkan dengan Alessandro Nesta jika bermain sebagai bek tengah.
Di pentas Serie A, Paolo Maldini berhasil menyamai rekor penampilan Dino Zoff di Serie A sebanyak 570 kali pada 18 September 2005 dalam pertandingan melawan Sampdoria. Pertandingan tersebut juga merupakan yang ke-800 dalam kariernya bersama AC Milan. Kontrak Maldini awalnya akan berakhir pada akhir musim 2007-08 namun kemudian diperpanjang hingga musim 2008-09. Untuk dedikasi terhadap klubnya, AC Milan, seragam bernomor 3 akan turut dipensiunkan sampai putranya, Christian, masuk ke skuat utama AC Milan.

Karier klub

Debut Maldini di Serie A terjadi pada tahun 1985 melawan Udinese, saat berusia 16 tahun. Sejak saat itu dia mempunyai karier yang cemerlang, memenangi banyak trofi bersama Milan (hingga 2007: 7 gelar Serie A dan 5 gelar Liga Champions). Maldini bisa dikatakan adalah bek terbaik di dunia pada puncak kariernya. Hal ini ditandai dengan keberhasilan Maldini meraih peringkat tiga dalam Ballon d'Or versi majalah France Football pada tahun 1994 dan 2003.
Pada debutnya, Maldini dipasang oleh pelatih Nils Liedholm sebagai bek kanan. Musim berikutnya, posisi Maldini diubah menjadi bek kiri, seiring kemampuannya menggunakan kedua kakinya. Di posisi ini Maldini melegenda sampai bertahun-tahun sebagai seorang bek kiri. Pada tahun 1997, setelah Franco Baresi (kapten dan bek tengah Milan) pensiun, Maldini mulai dicoba posisi sebagai bek sentral. Peran ini dilakoni dengan baik, hingga saat ini Paolo Maldini juga dikenal sebagai seorang bek sentral. Maldini juga dikenal akan kepemimpinannya yang berpengaruh, temperamennya yang tenang dan pertahanannya yang tanpa cela.
Maldini adalah orang ke-5 yang tampil seratus kali di Liga Champions sepanjang sejarah seiring dengan penampilannya melawan Glasgow Celtic di babak kedua Liga Champions Eropa 2006/2007. Setelah 25 tahun membela Milan, Maldini melempar pernyataan tentang kemungkinan dirinya akan pensiun pada akhir musim 2007/2008, seiring dengan berakhir kontrak dirinya dengan Milan. Namun, menginjak usia 40 tahun pada bulan Juni 2008, Maldini masih akan bermain untuk Milan pada musim 2008/2009. Maldini benar-benar pensiun pada musim 2009, ia telah memutuskan untuk pensiun dari AC milan, klub yang telah membesarkan namanya.

Tim nasional

Sama dengan karier klub-nya, Paolo Maldini pertama bermain di tim nasional sebagai bek kiri. Pada tahun 1998, Paolo Maldini pertama kali bermain sebagai bek sentral dalamm sistem tiga bek tengah di Piala Dunia 1998. Selepas itu, seiring dengan perannya di klub, Maldini selalu bermain sebagai bek sentral di tim nasional sampai menyatakan mundur pada tahun 2002.
Maldini adalah pemain dengan rekor penampilan terbanyak dalam tim nasional Italia meski belum pernah meraih gelar pada tingkat internasional. Maldini berpartisipasi di empat Piala Dunia, dan turut serta dalam final Piala Dunia 1994. Dia pensiun dari timnas setelah Piala Dunia 2002 dengan jumlah penampilan 126 kali dan mencetak 7 gol. Selain itu, Paolo Maldini juga 3 kali masuk ke dalam skuat Italia di Piala Eropa, yaitu pada tahun 1988, 1996 dan 2000. Pada Piala Eropa 2000 Maldini menjadi kapten dari tim nasional Italia yang kalah dramatis dari Perancis di final.
Setelah pensiun dari timnas, Paolo Maldini masih bermain untuk AC Milan, dan membantu klub tersebut memenangi gelar juara Liga Champions tahun 2003 dan juara Serie A Italia pada tahun berikutnya. Sehingga muncul tuntutan publik yang menginginkan Maldini untuk keluar dari masa pensiun timnas-nya guna mengikuti Piala Eropa pada tahun 2004, namun hal tersebut ditolak dengan alasan pribadi. Pada 31 Mei 2009 menjadi lembaran akhir Maldini berkaos AC Milan. Ia resmi gantung sepatu di laga terakhirnya AC Milan versus Fiorentina di kandang Fiorentina. Pertandingan itu dimenangkan AC Milan dengan skor 2-0.

Kehidupan Pribadi

Paolo Maldini lahir dari keluarga pesepak bola. Ayahnya, Cesare, merupakan kapten AC Milan pada tahun 1960-an yang turut menjuarai Piala Champions pada tahun 1963. Generasi ketiga Maldini yang merupakan putra pertama Paolo dengan model asal Venezuela Adriana Fossa, Christian Maldini, saat ini juga masuk ke dalam klub AC Milan untuk kategori tim muda.

Rujukan

Jumat, 27 Maret 2015

Profil Andriy Shevchenko

Andriy Shevchenko

 

Andriy Mykolayovych Shevchenko (bahasa Ukraina: Андрій Миколайович Шевченко, lahir di Dvirkivschyna, RSS Ukraina, Uni Soviet, 29 September 1976; umur 38 tahun); juga akrab dipanggil Sheva adalah mantan pemain sepak bola asal Ukraina yang bermain sebagai Striker.
Shevchenko pernah bermain untuk Dynamo Kyiv, Milan dan Chelsea. Ia adalah pencetak gol ketiga terbanyak dengan 67 gol di belakang Filippo Inzaghi dan Raúl dalam kompetisi klub sepak bola Eropa. Shevchenko telah mencetak 175 gol bagi Milan dan merupakan pencetak gol kedua terbanyak dalam sejarah klub tersebut. Ia berhasil meraih gelar juara Liga Champions UEFA bersama Milan dan beberapa gelar domestik bersama Dynamo Kyiv dan Chelsea. Pada bulan Desember 2004, Shevchenko dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa tahun tersebut.
Shevchenko telah memperkuat timnas Ukraina sejak tahun 1995. Ia mencatat 111 kali penampilan dan 48 gol, termasuk saat mengantarkan Ukraina ke perempatfinal Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman.
Pada 28 Juli 2012, ia menyatakan diri pensiun dari sepak bola untuk berkarier di politik.

Karier klub

Dynamo Kyiv

Pada tahun 1986, Shevchenko gagal dalam tes masuk sebuah sekolah khusus olahraga di Kyiv. Namun tak lama kemudian, talenta sepak bolanyanya menarik perhatian seorang pemantau dari Dynamo Kyiv pada saat dirinya bermain dalam sebuah turnamen junior, dan langsung mengajaknya untuk bergabung bersama klub. Empat tahun kemudian, Shevchenko berhasil masuk dalam skuat Dynamo Kyiv U-14 untuk Piala Ian Rush (sekarang Piala Super Wales); ia menyudahi turnamen sebagai pencetak gol terbanyak dan medapat sepasang sepatu Ian Rush sebagai hadiah dari mantan pemain Liverpool tersebut.
Pada musim 1992–93, Shevchenko menjadi pencetak gol terbanyak bagi Dynamo-2 dengan torehan 12 gol. Ia memulai debutnya di tim utama pada 28 Oktober 1994 pada sebuah pertandingan melawan Shakhtar Donetsk. Musim berikutnya, ia berhasil mencetak 6 gol dari 20 penampilan di liga, dan berhasil membukukan hat-trick pada leg pertama Liga Champions 1997–98 melawan FC Barcelona, saat Dynamo menang 4–0. Bersama timnya, ia berhasil mencicipi gelar juara liga di setiap musim dari total lima musim keberadaanya di klub tersebut.

AC Milan

Pada tahun 1999, Shevchenko bergabung dengan klub asal Italia AC Milan dengan biaya kesepakatan $25 juta. Ia menjalani debutnya pada 28 Agustus 1999 saat imbang 2–2 kontra Lecce.[4] Bersama 5 pemain lain — Michel Platini, John Charles, Gunnar Nordahl, Istvan Nyers, and Férénc Hirzer — ia berhasil, sebagai pemain asing, menjadi pencetak gol terbanyak Serie A pada musim debut dengan mengumpulkan 24 gol dari 32 pertandingan. Shevchenko melanjutkan performa apiknya pada musim 2000–01, dengan mencetak 24 gol dari 34 pertandingan.
Walaupun hanya berhasil mengumpulkan 5 gol dari 24 penampilan, kebanyakan disebabkan cedera, Shevchenko menjadi pemain kelahiran Ukraina pertama yang berhasil memenangi titel Liga Champions setelah Milan berhasil merebut trofi Champions keenam mereka pada musim 2002–03. Ia mencetak penalti kemenangan pada adu penalti kontra Juventus di pertandingan final. Setalah kemenangan di Liga Champions tersebut, Shevchenko terbang kembali ke Kiev untuk menaruh medali di makam Valeriy Lobanovskyi, manajernya saat di Dynamo, yang meninggal pada tahun 2002. Ia kembali menjadi top scorer Serie A untuk kedua kalinya pada 2003–04, dengan catatan 24 gol dari 32 pertandingan, bersamaan dengan titel Scudetto yang berhasil diraih Milan untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Ia juga mencetak gol penentu kemenangan pada Piala Super UEFA 2003 saat melawan FC Porto. Pada Agustus 2004, ia mencetak trigol ke jala Lazio yang membawa Milan memenangi Piala Super Italia 2004. Shevchenko menutup musim dengan memperoleh penghargaan Ballon d'Or dan menjadikannya pemain Ukraina ketiga yang memenangi penghargaan serupa setelah Oleg Blokhin dan Igor Belanov. Pada tahun yang sama, namanya masuk dalam daftar FIFA 100.
Ia mencetak 17 gol di musim 2004–05 setelah absen di beberapa pertandingan akibat cedera tulang pipi. Musim berikutnya, Sheva membuat sejarah di ajang Liga Champions; pada 23 November 2005, ia mencetak empat gol saat Milan menggilas Fenerbahçe 4–0 di babak grup, dan menjadi pemain kelima dalam sejarah yang mampu melakukan hal tersebut; bersama Marco van Basten, Simone Inzaghi, Dado Pršo dan Ruud van Nistelrooy (kemudian Lionel Messi yang juga berhasil melakukannya pada musim 2009–10 season), dan ia satu-satunya yang melakukannya pada partai tandang. Namun Milan urung meraih trofi akibat gagalnya eksekusi penalti Shevchenko di babak final kontra Liverpool. Pada musim 2005–06, ia mencetak gol terakhirnya di Milan saat mengalahkan Olympique Lyonnais 3–1 di leg kedua perempatfinal.[5] Walaupun harus tersingkir oleh FC Barcelona di babak semi final,[6] ia tetap menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan koleksi 9 gol dari 12 pertandingan.[7]
Pada 8 Februari 2006, ia masuk peringkat dua dari daftar pencetak gol terbanyak AC Milan sepanjang masa , satu tingkat di bawah Gunnar Nordahl, setelah mencetak gol ke jala Treviso.[8] Shevchenko mengakhiri 7 tahun karier gemilangnya di AC Milan dengan torehan 175 gol dari 296 penampilan.

Chelsea

Shevchenko saat tur Chelsea tahun 2007.
Pada musim panas 2005, pemilik Chelsea, Roman Abramovich, mengajukan tawaran dengan rekor biaya mencapai €75.2 juta plus penyerang Hernán Crespo kepada Milan guna mendapatkan Shevchenko.[9] Milan menolak tawaran harga dari Chelsea, namun tetap mengambil Crespo sebagai pemain pinjaman. Sementara Shevchenko justru kian diproteksi oleh klub dengan pemberian kontrak perpanjangan enam tahun.[10]
Pada 28 Mei 2006, Shevchenko meninggalkan Milan menuju Chelsea dengan biaya transfer £30.8 juta (€43.875 juta[11]), menggeser rekor transfer klub untuk Michael Essien pada musim sebelumnya, yang juga memecahkan rekor transfer sepak bola Inggris.[12] Terungkap di kemudian hari oleh Mourinho, bahwa kedatangan Shevchenko dilakukan setelah kegagalan Chelsea menggaet Samuel Eto'o.[13]
Shevchenko menjalani debut untuk Chelsea pada 13 Agustus 2006 di ajang Community Shield. Pada pertandingan tersebut, ia berhasil mencetak satu gol walaupun harus takluk 2–1 dari Liverpool. Pada 23 Agustus, ia mencetak gol liga pertamanya — dan gol ke 300 selama karier profesionalnya di level klub dan internasional — saat kalah 2–1 dari Middlesbrough. Penampilannya di musim debut, sempat terhenti akibat cedera dan operasi hernia. Ia mengakhiri musim dengan mengumpulkan 14 gol dari 51 pertandingan.
Di musim selanjutnya, Shevchenko mulai tampil tidak teratur sebagai starting lineup, akibat cedera dan penunjukkan Avram Grant sebagai pelatih, menyusul kepergian Mourinho. Pada periode ini, ia hanya mencetak 5 gol dari 17 penampilan di liga.

Peminjaman ke Milan

Wakil presiden Milan, Adriano Galliani, mengajukan tawaran untuk membawa kembali Shevchenko ke San Siro, setelah keberadaan Shevcenko dinilai sebagai surplus di skuat Chelsea. Ia pun kembali ke klub lamnya sebagi pemain pinjaman untuk musim 2008–09. Kedatangan Shevchenko ke Milan untuk kedua kalinya ini dianggap kurang berhasil, setelah ia gagal mencetak satu gol pun di liga dan hanya mencetak 2 gol dari 26 penampilan. Di akhir musim, Milan menyatakan bahwa Shevchenko akan kembali ke Chelsea pada musim selanjutnya, bersamaan dengan kepindahan manjaer Milan saat itu, Carlo Ancelotti.
Sekembalinya dari Milan, ia hanya tampil satu kali di liga. Ancelotti pun memberi saran bahwa sebaiknya Shevchenko meninggalkan klub sebelum penutupan transfer musim panas.[14]

Kembali ke Dynamo Kyiv

Pada 28 Agustus 2009, Shevchenko meneken kontrak dua tahun dengan mantan klubnya, Dynamo Kyiv.[15] Ia berhasil mencetak gol penalti di pertandingan pertamanya saat menang atas Metalurh Donetsk 3–1 pada 31 Agustus 2009. Pada musim ini, ia seringkali diturunkan di posisi sayap kanan, sehingga ia pun mendapat penghargaan sebagai sayap kanan terbaik pada musim 2009.[16] Pada Oktober 2009, ia didapuk sebagi pemain terbaik Liga Utama Ukraina.
Pada 28 Juli 2012, Shevchenko mengumunkan ihwal kepensiunannya dari sepak bola untuk berkarier di politik.[17]

Karier Internasional

Shevchenko merayakan golnya ke gawang Swedia saat Euro 2012.
Shevchenko telah memperkuat timnas Ukraina sejak tahun 1995. Ia mencatat 111 kali penampilan dan 48 gol, termasuk saat mengantarkan Ukraina ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Ia memegang rekor sebagai pencetak gol termuda sekaligus tertua di timnas Ukraina.
Shevchenko mencetak 6 gol pada kualifikasi Piala Dunia FIFA 2006, yang berhasil membawa negaranya melaju ke turnamen sepak bola internasional bergengsi untuk pertama kalinya. Ia menjadi kapten dan mencetak gol saat Ukraina meraih kemenangan pertamanya dalam sejarah Piala Dunia, saat mengalahkan Arab Saudi 4–0. Ia kemudian mencetak gol penentu kemenangan lewat tendangan penalti saat Ukraina mengalahkan Tunisia 1–0 dan berhasil melaju ke babak 16 besar untuk melawan Swiss. Walaupun ia gagal mencetak penalti, Ukraina tetap menang atas Swiss lewat babak adu penalti. Setelahnya, Ukraina tersingkir setelah kalah 3–0 dari sang juara, Italia, pada babak perempat final.
Pada Mei 2012, Shevchenko masuk dalam skuat Ukraina untuk Euro 2012. Di pertandingan pertama Ukraina, Shevchenko mencetak dua gol sundulan untuk mengalahkan Swedia 2–1 di in Grup D.[18][19] Pada pertandingan terakhir babak grup kontra Inggris, "gol hantu" Marko Dević di babak kedua tak dianggap oleh wasit dan Ukraina harus menerima kekalahan 1–0 oleh gol Wayne Rooney. Bola tendangan Dević dibuang keluar setelah melewati garis gawang Inggris oleh John Terry, di bawah pengawasan asisten wasit tambahan yang berdiri di samping gawang (sebagaimana terkonfirmasi dalam video tayangan ulang).[20] Insiden ini membuat debat mengenai teknologi garis gawang kembali ke permukaan.[21][22][23] Usai pertandingan tersebut, Shevchenko mengumumkan bahwa ia akan pensiun dari karier sepak bola internasional.[24]
Pada November 2012, Shevchenko menolak tawaran Federasi Sepak Bola Ukraina untuk menjadi kepala pelatih timnas Ukraina.[25]

Statistik karier

Klub

Musim Klub Liga Piala Eropa Lain-lain* Total
Divisi Tampil Gol Tampil Gol Tampil Gol Tampil Gol Tampil Gol
1994–95 Dynamo Kyiv Liga Utama Ukraina 17 1 4 1 2 1 - - 23 3
1995–96 31 16 5 1 2 2 - - 38 19
1996–97 20 6 - - - - - - 20 6
1997–98 23 19 8 8 10 6 - - 41 33
1998–99 26 18 4 5 14 10 - - 44 33
1999–00 Milan Serie A 32 24 4 4 6 1 1 0 43 29
2000–01 34 24 3 1 14 9 - - 51 34
2001–02 29 14 3 0 6 3 - - 38 17
2002–03 24 5 4 1 11 4 - - 39 10
2003–04 32 24 1 0 10 5 2 0 45 29
2004–05 29 17 - - 10 6 1 3 40 26
2005–06 28 19 - - 12 9 - - 40 28
2006–07 Chelsea Liga Utama Inggris 30 4 6 3 10 3 5 4 51 14
2007–08 17 5 1 0 5 1 2 2 25 8
2008–09 Milan Serie A 18 0 1 1 7 1 - - 26 2
2009–10 Chelsea Liga Utama Inggris 1 0 - - - - - - 1 0
2009–10 Dynamo Kyiv Liga Utama Ukraina 21 7 2 0 6 1 - - 29 8
2010–11 18 10 2 1 12 5 - - 32 16
2011–12 16 6 1 0 5 0 - - 22 6
Dynamo 172 83 26 16 51 25 - - 249 124
Milan 226 127 16 7 76 38 4 3 322 175
Chelsea 48 9 7 3 15 4 7 6 77 22
Total keseluruhan 446 219 49 26 142 67 11 9 648 321
*Termasuk Supercoppa Italiana, Community Shield, Piala Liga Inggris dan Piala Dunia Antarklub FIFA

Internasional

Per 19 Juni 2012.[26][27]
Timnas Ukraina
Tahun Tampil Gol
1995 2 0
1996 2 1
1997 8 4
1998 6 1
1999 9 2
2000 5 5
2001 7 6
2002 3 0
2003 8 3
2004 6 4
2005 6 2
2006 9 5
2007 8 3
2008 7 3
2009 8 4
2010 6 2
2011 5 1
2012 6 2
Total 111 48

Prestasi

Klub

Dynamo Kyiv
Milan
Chelsea

Individual

  • Pemain Sepak Bola Terbaik Ukraina:[28] 1997, 1999, 2000, 2001, 2004, 2005
  • Olahragawan Terbaik Ukraina: 1999[28]
  • Commonwealth of Independent States Cup Top Scorer: 1997
  • Top Skor Liga Primer Ukraina: 1999 [28]
  • Pemain Terbaik Liga Primer Ukraina: 1997 [28]
  • Top Skor Ukrainian Cup: 1998 [28]
  • ESM Team of the Year: 1999-00, 2003–04, 2004–2005
  • Top Skor Liga Champions UEFA:[28] 1998–99, 2005–06
  • Penyerang Terbaik Liga Champions UEFA: 1999
  • UEFA Team of the Year: 2004, 2005
  • Pemain Terbaik Piala Super UEFA: 2003
  • Pemain Asing Terbaik Serie A: 2000
  • Gol Terbaik Serie A: 2004 (Roma vs. Milan, 2004)[29].
  • Top Skor Serie A: 1999-00, 2003-04
  • Top Skor Sepanjang Masa Piala Super Italia
  • Pemain Sepak Bola Eropa Timur Terbaik versi Focus Vest magazine: 2001
  • Baltic and Commonwealth of Independent States Footballer of the Year: 2004, 2005
  • Ballon d'Or: 2004
  • Golden Foot Award : 2005
  • FIFPro World XI: 2005
  • Top Skor Sepanjang Masa Timnas Ukraina
  • Top Skor Sepanjang Masa Derby della Madonnina
  • All time Milan's Top goal scorer in Champions League
  • Top Skor Sepanjang Masa Pra-Kualifikasi Piala Dunia FIFA Zona Eropa.[30]
  • FIFA 100
  • The World Team of the Decade by Mirror Football: 2009[31]
  • AC Milan Hall Of Fame[32]
  • UEFA awards 100 caps[33].
  • Silver Ball of the player Fair Play 2004 Serie A[34]
  • L'Équipe Team of the Year: 2004, 2005

Profil Ricardo Izecson Dos Santos Leite "Kaka"

Kaká

 

Ricardo Izecson dos Santos Leite (lahir di Gama, FD, Brasil, 22 April 1982; umur 32 tahun), lebih dikenal dengan nama Kaká atau Ricardo Kakà,[3][4][5] adalah seorang pemain sepak bola asal Brasil yang kini membela klub Orlando City SC.[6][7] Kaká memulai karier sepakbolanya pada usia delapan, ketika ia mulai bermain untuk sebuah klub lokal. Pada saat itu, ia juga bermain tenis,[8] dan itu tidak sampai ia pindah ke São Paulo FC dan menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan klub pada usia 15 ia memilih untuk fokus pada sepakbola.
Pada tahun 2003 ia bergabung dengan Milan dengan biaya sebesar € 8,5 juta. Sementara di Milan, Kaká memenangkan Ballon d'Or dan FIFA World Player of the Year penghargaan pada tahun 2007. Setelah sukses dengan Milan, Kaká bergabung dengan Real Madrid dengan biaya transfer € 65.000.000, rekor kedua dari Zinedine Zidane, € 75 juta. Kemudian ditransfer Real Madrid Cristiano Ronaldo dengan bayaran € 96.000.000, membuat rekor biaya transfer baru, membuat biaya Kaká tertinggi ketiga yang pernah direkrut. Selain kontribusi di lapangan, Kaká dikenal untuk pekerjaan kemanusiaannya. Pada tahun 2004, pada saat pengangkatannya, ia menjadi duta besar termuda dari Program Pangan Dunia PBB.[9] Kaká adalah atlet pertama yang mengumpulkan 10 juta pengikut di Twitter.[10]
Kaká menikah dengan Caroline Celico pada 23 Desember 2005 di sebuah gereja di São Paulo, Brasil.

Masa kecil

Kaká dilahirkan di Gama, DF, Brasil pada tanggal 22 April 1982, ia merupakan anak dari pasangan Simone Cristina dos Santos Leite dan Bosco Izecson Pereira Leite. Kaká mempunyai adik laki-laki, Rodrigo, yang dikenal sebagai Digão, yang mengikuti langkahnya bermain bola di Italia.
Nama panggilannya Kaká, diambil dari bahasa aslinya, Bahasa Portugis, yang diucapkan seperti ejaannya, dengan penekanan pada suku kata kedua yang ditandai dengan aksen. Itu biasa dipakai untuk menyingkat nama "Ricardo" di Brasil, bagaimanapun juga, Kaká mendapatkan nama panggilannya dari adiknya, Rodrigo, yang tidak bisa mengucapkan kata "Ricardo" ketika mereka masih kecil. Rodrigo memanggil kakaknya "Caca" yang kemudian berganti menjadi Kaká. Di Eropa ia dikenal dengan pamnggilan RickyKaka.
Pada bulan September 2000, di usia 18 tahun, Kaká mengalami ancaman pada kariernya dan kemungkinan patah tulang belakang yang menyebabkan lumpuh sebagai akibat dari sebuah kecelakaan kolam renang. Hal yang terburuk tidak terjadi dan Kaká pulih sepenuhnya dari insiden itu. Dia bersyukur kepada Tuhan atas kesembuhannya dan sejak saat itu ia menyumbangkan penghasilannya untuk Gerejanya. untuk itulah setiap kali ia mencetak gol tangannya selalu di arakan ke atas, bertanda rasa terimah kasih kepada Tuhan.Begitupun bajunya,di balik baju olahraganya ada baju dengan tulisan seperti I belong to Jesus dan sebagainya. Tulisan itu biasanya ditunjukkan sesudah mencetak gol atau saat akhir pertandingan di stadion.

Karier klub

São Paulo

Kaká menandatangani kontrak dengan São Paulo pada usia 15 tahun dan memimpin tim juniornya pada kemenangan ‘Copa de Juvenil’. Ia memulai debutnya di São Paulo FC tahun 2001 ketika di berusia 18 tahun. Pada musim pertama, ia mengoleksi 12 gol dalam 27 pertandingan dan 10 gol dalam 22 pertandingan di musim berikut. Pada usia 17 tahun, ketika ia masih dalam tim junior, Sao Paulo berniat menjual Kaká ke tim dari Liga divisi 1 Turki, Gaziantepspor. Transaksi tidak terjadi, karena manajer Gaziantepspor, Nurullah Sağlam, dan dewan pengurus tim itu menolak untuk membayar $1.5m untuk pemuda 17 tahun itu. Setelah bergabung dengan tim senior São Paulo FC, penampilan Kaká menarik perhatian klub-klub Eropa.

AC Milan

Kaká di Moscow
Kaká dan mantan President Brazil Luiz Inácio Lula da Silva.
Dia bergabung dengan AC Milan(Satu paket dengan adiknya,digao) dengan bayaran US $8.5 m, jumlah yang dianggap sedikit oleh pemilik klub Silvio Berlusconi. Dalam sebulan, ia telah masuk ke dalam tim utama dan sejak saat itu pula ia menjadi starter. Debutnya di Serie A adalah ketika Milan bertandang melawan A.C. Ancona, menang 2-0. Dia menghasilkan 10 gol dalam 30 pertandingan pada musim itu, memenangkan Serie A dan Piala Super Italia.
Kaká adalah bagian inti dari lima orang pemain tengah pada musim 2004-2005, biasa bermain dalam posisi penyerang bayangan di belakang striker Andriy Shevchenko. Dia mengoleksi 7 gol dalam 36 pertandingan liga dan juga memenangkan Piala Super Italia bersama dengan klubnya. Milan meraih posisi kedua setelah Juventus di Serie A dan dalam partai final dengan Liverpool pada adu penalti di Piala/Liga Champions.
Salah satu gol Kaká yang sangat menakjubkan adalah ketika melawan Fenerbahçe SK di pertandingan pertama AC Milan dalam Piala/Liga Champions 2005-06, Rossoneri menang 3-1. Gol itu membuatnya disamakan dengan Diego Maradona, karena Kaká memulai larinya dari tengah lapangan dan melewati tiga ganjalan sebelum memasuki daerah penalti dan menyelesaikannya dengan shot rendah di bawah kiper Fenerbahçe, Volkan Demirel.
Pada 9 April 2006, ia membuat tiga gol pertamanya dalam pertandingan melawan Chievo Verona. Ketiga golnya dihasilkan pada babak pertama. Pada 2006, Real Madrid menunjukkan ketertarikannya menggaet bintang 25 tahun ini, tetapi Milan dan Kaká menolak untuk menjual. Kaká telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan Milan hingga 2011.
Pada 1 November 2006, AC Milan lolos babak penyisihan Piala/Liga Champions setelah Kaká membuat tiga gol yang membantu timnya menang 4-1 melawan R.S.C. Anderlecht. Ini adalah tiga gol keduanya di Milan dan tiga gol pertamanya di kompetisi Eropa.
Kaká menambahkan gelar Liga Champions dengan kasus piala itu untuk pertama kalinya ketika Milan dikalahkan Liverpool pada tanggal 23 Mei 2007. Meskipun ia tidak mencetak gol, dia memenangkan tendangan bebas yang mengarah ke gol pertama dari dua gol Filippo Inzaghi, dan memberikan assist untuk terjadinya gol yang kedua. Untuk permainan bintangnya di seluruh kompetisi, ia terpilih sebagai Player Vodafone Fans 'Season dalam jajak pendapat lebih dari 100.000 pengunjung UEFA.com. Pada tanggal 30 Agustus, Kaká disebut oleh UEFA sebagai top forward dari Liga Champions musim 2006-07 dan UEFA Club Player of the Year.[11] Dia sekali lagi selesai sebagai kedua membantu penyedia Liga Champions, dengan 5 dan terpilih 2007 IFFHS Playmaker Terbaik Dunia.[12]
Dia memainkan pertandingan karier ke 200 bersama Milan pada hasil imbang 1-1 dengan Catania pada tanggal 30 September, dan pada tanggal 5 Oktober, ia dinobatkan sebagai 2006-07 FIFPro World Player of the Year. Pada tanggal 2 Desember 2007, Kaká menjadi pemain kedelapan Milan untuk memenangkan Ballon d'Or, saat ia selesai dengan 444 suara yang menentukan, panjang diikuti runner-up Cristiano Ronaldo.[13] Ia menandatangani perpanjangan kontrak sampai 2013 dengan Milan 29 Pebruari 2008.[14]
Karena kontribusi dan mematikan lapangan, Waktu majalah bernama Kaká dalam waktu 100, daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia, pada tanggal 2 Mei.[15] Pada tanggal 14 Oktober, ia mencetak jejak kaki nya di Estádio do Maracanã pada trotoar ketenaran, dalam bagian yang didedikasikan untuk mengenang pemain top negara [16] Ia memenangkan kehormatan lagi pada tahun 2009.[17]
BBC melaporkan pada 13 Januari 2009, Manchester City mengajukan tawaran untuk Kaká untuk lebih dari £ 100 juta. Direktur Milan Umberto Gandini menjawab bahwa Milan hanya akan membahas masalah jika Kaká dan Manchester City menyetujui persyaratan pribadi.[18] Kaká awalnya menanggapi dengan mengatakan kepada wartawan ia ingin "menjadi tua" di Milan dan bermimpi menjadi kapten klub suatu hari, tapi kemudian berkata, "Jika Milan ingin menjual saya, saya akan duduk dan berbicara. saya dapat mengatakan bahwa selama klub tidak ingin menjual saya, saya pasti akan tinggal."[19] Pada tanggal 19 Januari, Silvio Berlusconi mengumumkan bahwa Manchester City telah resmi mengakhiri tawaran mereka setelah diskusi antara klub, dan Kaká yang akan tetap bersama Milan.[20] pendukung Milan telah protes di luar markas klub tadi malam itu, dan kemudian meneriakkan luar rumah Kaká, di mana ia salut terhadap mereka dengan melambaikan jersey ke luar jendela.[21]

Real Madrid

Kaká sebelum presentasinya dengan Real Madrid
Kemudian pada tanggal 8 Juni 2009, Kaká bergabung dengan Real Madrid dengan kontrak 6 tahun, dengan nilai transfer yang diperkirakan sekitar 65 Juta Poundsterling. Dua hari setelah pemain untuk tugas internasional dengan Brasil.[22] wakil presiden Milan Adriano Galliani tidak menyangkal laporan, dan menegaskan bahwa ia dan ayah Kaká, Bosco Leite, telah melakukan perjalanan ke Meksiko untuk bertemu dengan La Volpe. "Kami makan siang dan berbicara tentang Kaká. Aku tidak menyangkalnya. Negosiasi ada, tapi kesepakatan belum dilakukan." [23] Pada tanggal 4 Juni, Galliani kepada Gazzetta dello Sport bahwa alasan keuangan motifnya untuk pembicaraan dengan La Volpe. "Kita tidak bisa membiarkan [Milan] untuk kehilangan € 70.000.000 [...] Alasan di balik keberangkatan Kaká akan menjadi ekonomi.".
Kaká melakukan debut tidak resmi pada tanggal 7 Agustus 2009, dalam kemenangan 5-1 persahabatan melawan Toronto FC.[24] Dia mencetak gol pertamanya untuk Madrid selama pertandingan pra-musim pada 19 Agustus 2009, dalam kemenangan 5-0 melawan Borussia Dortmund.[25] Kaká kemudian membuat debut liga pada tanggal 29 Agustus 2009 di kemenangan 3-2 melawan Deportivo La Coruña.[26] Dia mencetak gol pertamanya, tendangan penalti, pada tanggal 23 September, dalam 2-0 melawan Villarreal .[27] Pada 5 Agustus 2010, real Madrid mengumumkan bahwa Kaká telah menjalani operasi yang sukses pada cedera lutut kiri lama dan akan menghadapi pemulihan empat bulan.[28] Kaká kembali berlatih setelah lama lay-off dan manajer Jose Mourinho mengatakan bahwa memiliki Kaká kembali adalah seperti penandatanganan baru.[29][30]
Kaká selebrasi gol dengan Real Madrid pada kemenangan 4–1 di kandang Real Sociedad on 6 February 2011
Setelah absen delapan bulan, Kaká kembali bermain dengan memasukkan sebagai pengganti Karim Benzema pada menit ke-77 dari kemenangan 3-2 atas Getafe pada tanggal 3 Januari 2011. Dia mengatakan dia "(...) senang bermain game lagi dan untuk melangkah ke pitch." [31] gol liga pertamanya (dan gelar pertama musim ini) setelah kembali dari cedera datang dengan membantu dari Cristiano Ronaldo kemenangan 4-2 atas Villareal pada tanggal 9 Januari 2011.[32]
Pada Maret 2011, Kaká menderita sindrom Band Iliotibial yang membuatnya absen selama beberapa minggu. Setelah kembali dari cedera, ia tampil dalam kemenangan meyakinkan atas Valencia, mencetak dua gol. Pada akhir musim kedua dengan klub, Real Madrid dan Kaká telah memenangkan Copa del Rey.
Pada tanggal 27 September 2011, Kaká mengalami salah satu pertandingan terbaiknya sebagai pemain Real Madrid selama kemenangan 3-0 atas Ajax di Liga Champions, saat ia mencetak satu gol, disediakan satu assist dan berpartisipasi dalam salah satu lineup tim terbaik dari matchday ini:. langkah counterattacking melibatkan Özil, Ronaldo dan Benzema [33] Ia kemudian terpilih sebagai pemain terbaik dari Liga Champions matchday [34].
Dengan pertandingan ini, Kaká mengalami salah satu yang terbaik mulai musim yang pernah ada, mencetak dua gol, memberi dua assist dan memprovokasi satu penalti untuk timnya.[35] Real Madrid memenangkan La Liga dengan rekor 100 poin tahun itu, dan dieliminasi untuk tahun kedua berturut-turut di semifinal Liga Champions, di mana Kaká adalah salah satu penyedia assist terbanyak, dengan 5 assist.[butuh rujukan]
Pada tanggal 4 Desember 2012, setelah mencetak gol dalam kemenangan 4-1 melawan Ajax, Kaká menjadi pencetak gol Brasil terbanyak dalam sejarah Liga Champions dengan 28 gol.[36] Setelah pertandingan, Kaká mengatakan "Ini adalah tujuan penting bagi saya, dan saya harap saya masih punya tujuan tersisa untuk membantu Real Madrid. Itu adalah kemenangan penting dan malam spesial."[37] Kaká datang sebagai pemain pengganti, tapi dikartu merah setelah dua kali melakukan pelanggaran keras dalam kurun waktu 18 menit di hasil imbang 0-0 melawan Osasuna pada 12 Januari 2013.[38] Ini adalah kali pertama mendapat kartu merah di Real sejak ia bergabung dari Milan pada tahun 2009 dan kartu merah pertama sejak ia dipecat bermain untuk Brasil melawan Pantai Gading di Piala Dunia 2010.[39]
Pada tanggal 29 Agustus 2013 Kaká menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Real Madrid.[40]

Kembali ke Milan

Kaka kembali ke Milan pada tanggal 2 September 2013. Raksasa Serie A telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan gelandang serang atas durasi dua tahun. dan akan mendapatkan € 4.000.000 bersih per musim di Milan dan diberi nomor punggung 22, nomor yang sama yang dikenakannya untuk Milan selama karier pertamanya.[41] Dia juga membuat wakil kapten setibanya.[42] Ia menjadi kapten Milan dalam debutnya untuk karier kedua, mengambil ban kapten dari Marco Amelia dalam pertandingan melawan FC Chiasso.[43]

karier internasional

Kaká dengan Brazil
Kaká melakukan debut internasionalnya pada bulan Januari 2002 dalam pertandingan melawan Bolivia. Dia adalah bagian dari tim nasional yang menang pada Piala Dunia 2002, tetapi aksinya tidak terlalu terlihat karena hanya bermain 19 menit di babak pertama pertandingan Kosta Rika. Pada tahun 2003, dia menjadi kapten tim dalam turnamen Piala Emas di Amerika Serikat dan Meksiko, memimpin Brasil ke posisi kedua dan membuat gol yang menentukan dalam pertandingan melawan Kolombia. Setelah itu, dia beraksi di Piala Konfederasi 2005, dengan Kaká menciptakan gol dan menang dalam pertandingan final melawan Argentina (dalam perayaan setelah pertandingan, dia dan rekan-rekan setimnya memakai T-shirt dengan tulisan "Jesus Loves You--Yesus mencintaimu" dalam berbagai bahasa.) Dia berhasil mendapat tempat ke-10 dalam voting penghargaan untuk FIFA World Player of the Year 2004. Pada kompetisi tahun 2005, ia naik dua peringkat lebih tinggi. Terakhir, ia membantu Brasil dalam masuk kualifikasi pada Piala Dunia 2006. Kaká semakin matang sebagai pemain dan dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik dari Brasil. Dia mencatatkan gol pertama Brasil di Piala Dunia 2006 pada pertandingan melawan Kroasia tanggal 13 Juni 2006. Pada 3 September 2006 dia menyumbangkan salah satu gol briliannya untuk tim Brasil setelah melakukan umpan yang membuahkan gol kepada pemain yang baru masuk, Elano Blumer. Kaká mendapat bola dari pantulan sepak pojok Argentina, dan mengambil bola dari ¾ lapangan lalu mencetak gol. Pada 15 November 2006, Kaká dipilih sebagai kapten Brazil dalam pertandingan persahabatan melawan Swiss karena absennya kapten Brasil sebelumnya, Lucio yang disebabkan oleh cedera.
Kaká (kiri) bermain untuk Brazil pada 2010 FIFA World Cup.
Pada pertandingan pertama Brasil di grup F, Kaká mencetak gol di menit ke-99 saat melawan Kroasia. Tendangan kaki kiri dari jarak 25 meter membuat Brasil meraih kemenangan 1–0. Media menganggap Kaká sebagai satu-satunya anggota dari "magic quartet" – Adriano, Kaká, Ronaldo, Robinho and Ronaldinho yang dihasilkan dalam pertandingan itu. Dan juga ketika melawan Ghana dia mencatatkan dirinya dalam sejarah dengan mengumpan kepada Ronaldo, yang akhirnya menghasilkan gol, sehingga Ronaldo memecahkan rekor Gerd Müller, gol terbanyak di Piala Dunia. Kaká ternyata tidak dapat meneruskan kinerjanya ke pertandingan selanjutnya dan Brasil dikalahkan oleh Perancis di perempat final.
Bermain untuk tim Brasil di grup G, pada pertandingan keduanya melawan Pantai Gading Kaka memberikan kontribusi untuk gol yang dicetak Luis Fabiano. Sayangnya Kaka terpancing emosi oleh permainan keras tim Pantai Gading yang menyebabkanya mendapat kartu merah. Jika tidak, ia berpeluang menjadi Man of The Match yang akhirnya disandang Luis Fabiano.
Pada tanggal 5 Maret 2013 Kaká dipanggil timnas Brasil oleh pelatih Luiz Felipe Scolari untuk pertama kalinya sejak kembalinya pelatih tersebut, dalam laga persahabatan dengan Italia di London dan Rusia di Jenewa, keduanya mengambil tempat di akhir bulan itu.[44][45]

Gaya bermain

Kaká telah digambarkan sebagai mempunyai, seimbang, pemain tim yang sangat cepat terampil dan kreatif, dengan kontrol bola yang sangat baik. Dia memiliki tembakan keras dari jarak manapun, visi yang luar biasa dan kemapuan fantastis passing dan dribbling. Sebagai gelandang serang playmaker, ia dikenal karena mampu mencetak gol, menciptakan dan memberi assist.[46]

Kehidupan pribadi

Kaká dengan istrinya Caroline
Kaká's boots
Kaká menikahi Caroline Celico di Gereja pada 23 Desember 2005, dua tahun setelah kepindahan Kaká dari Sao Paulo ke Milan. Caroline dilahirkan pada 26 Juli 1987, anak dari Rosangela Lyra, direktur Dior di Brasil dan Celso Celico, seorang pengusaha. Dia dan Kaká bertemu pada tahun 2001 ketika ia masih seorang menjadi seorang siswi dan Kaká masih bermain untuk São Paulo Football Club. Pernikahannya dihadiri 600 orang, termasuk rekan-rekan pesepak bola: Cafu, Ronaldo, Adriano, Dida, Júlio Baptista dan juga pelatih nasional Brasil, Carlos Alberto Parreira. Caroline berencana mendapatkan gelar sarjana bisnis dari universitas di Milan.
Kaká adalah seorang penganut Kristen yang taat. Dia dikenal suka memakai Christian gear dari dulu: dia pernah memakai T-shirt dengan tulisan I Belong to Jesus dalam beberapa pertandingan, seperti saat perayaan kemenangan Brasil di Piala Dunia 2002, dan perayaan Scudetto Milan pada Mei 2004. Dia menggunakan sepatu yang ditambah dengan tulisan pada lidah sepatunya. Tiap kali ia mencetak gol dia menunjuk dengan jari-jarinya ke langit sebagai tanda terim kasihnya kepada Tuhan dan mungkin ini yang pertama bagi seorang pesepak bola yang di levelnya: Dia bangga bahwa dia masih virgin ketika dia menikah.
Tidak seperti kebanyakan pemain bola lainnya, minuman yang disukai Kakà hanyalah air putih dimana kebanyakan pesepak bola lainnya lebih suka menenggak minuman-minuman keras sambil berpesta di bar. Walau sempat diremehkan rekan-rekannya, ia tetap konsisten pada pendiriannya sehingga akhirnya ia justru dihormati teman-temannya, kesukaanya mendengar musik gospel juga aneh di kalangan pemain yang lain ia sangat mengidolakan penyanyi gospel Brasil, Aline Baros. Kakà suka dengan kepribadiannya yang saleh. Semua rekan-rekannyanya sama sekali tidak mengetahui Aline Baros karena mereka mungkin lebih memilih musik bertipe rock, dan lain-lain. Hal ini pulalah yang dulu membuat hubungan Kakà dan Andriy Shevchenko sangat dekat, Shevchenko juga seorang pribadi religius sehingga Kakà merasa begitu dekat dengannya, namun hubungan itu harus terputus setelah Shevchenko pindah ke Chelsea musim 2006, tetapi Kakà kadang-kadang masih menyempatkan diri menghubungi Shevchenko. Kakà sangat menyukai warna putih yang melambangkan kesucian serta ketulusan. Kakà sangat suka berdoa, bahkan ia sering mengajak rekan-rekannya turut berdoa. Kakà termasuk seorang penggila mobil Ferrari, ia suka dengan modelnya yang sporty dan elegan. Kakà juga mengidolakan aktor Tom Hanks.

Serba-Serbi

  • Kaká adalah anggota organisasi "Athletes of Christ".
  • Dalam bahasa Italia, bahasa bekas klubnya (AC Milan), padanan kata fonetisnya tertulis sebagai Kakà. Bagaimanapun juga, nama yang tertulis di kaos pemain dieja KAKA'(dengan tanda petik satu, bukan A dengan aksen) baik di klubnya di Milan maupun di tim nasional Brasil dulu. Pada Piala Dunia 2006, bagian punggung kaosnya tertulis KAKÁ. Kaká juga diambil dari bahas Portugis.
  • Sejak November 2004, Kaká telah menjadi duta Against Hunger untuk Program World Food PBB. Dia adalah duta yang paling muda pada saat dia ditunjuk.
  • Musik favorit Kaká adalah musik gospel.
  • Moto hidup Kaká adalah "I belong to Jesus" dan "God is faithful", yang ia jahitkan pada lidah sepatu Adidas Predator Absolutenya.

Prestasi

Pemain terbaik dunia versi FIFA tahun 2006

Klub

Internasional

Prestasi individu

  • Bola de Ouro (Golden Ball; Pemain Terbaik Liga Brasil), 2002
  • UEFA Club Football Awards 2004-05, Pemain Tengah Terbaik
  • Pencetak gol terbanyak Liga Champions 2006-07 (10 gol)
  • Pemain Terbaik Dunia FIFA 2006-07
  • Ballon d'Or (2007)
  • Pemain terbaik pada Piala Konfederasi FIFA 2009